Mencoba lebih ekstrim dalam membuat cerita. Ini adalah bagian pertama dari cerita yang diberi judul HAYILAATUM ATUMI
SI BUNGA MELATI, dalam episode Pesan Singkat. Semoga bisa menjadi inspirasi awal bagi sobat blogger yang lainnya. Selamat menikmati dan ditunggu komentarnya...
HAYILAATUM ATUMI
SI BUNGA MELATI
Pesan Singkat Part
I
Aku adalah orang yang tidak mudah untuk jatuh cinta. Dan
ketika cinta itu datang, semua rangsangan yang ada di sekitarku tidak dapat aku
rasakan apalagi memberikan respon. Aku hanya bisa melihat dan merasakan cinta
itu sendiri dalam wujud manusia. Ya, wujud yang sempurna.
Mataku tak mungkin salah dalam melihat bentuk wujud yang
begitu anggun. Telingaku tidak mungkin salah ketika suaranya yang merdu terdengar
mengucap salam. Hidungku tidak mungkin salah saat aku mencium aroma wangi
melati yang masih segar. Mulutku tidak mungkin salah sewaktu aku membalas salam
darinya. Tanganku tidak mungkin salah menggenggam tangannya yang halus dan hampir
tak tersentuh sedikitpun oleh debu kotor yang tak kenal kata menyerah. Akalku
tidak mungkin salah berfikir dan berlogika bahwa dialah gadis yang sempurna
untukku. Hatiku tidak mungkin salah merasakan getaran-getaran cinta yang
mengalir membentuk gelombang longitudinal tak terputus dari ubun-ubun hingga
telapak kaki.
Kupejamkan mata ketika aku mendengar alunan suara musik
syahdu dari salah satu soundtrack film yang hampir setiap hari aku lihat di
stasiun TV favoritku. Semilir angin sore membelai lembut tubuhku hingga sekujur
tubuhku terasa sejuk dan damai. Aku membayangkan seandainya suasana ini aku
rasakan bersama seseorang yang aku cintai saat ini, mungkin akan terasa lebih
damai dan nyaman.
Harapan dan harapan. Perlahan-lahan kubuka handphoneku dan
jari jemariku mulai menari lincah di atas tombol dan terciptalah sebuah kata-kata
manis penuh pengharapan akan kehadiran dan kedatangannya di sisiku. Jemariku
kembali menekan tombol, dengan perlahan mencari nomor yang dituju dan pada
akhirnya kutemukan sebuah nama yang tidak asing lagi bagiku, nama itu tertulis
“Hayilaatum Atumi”. Ku tekan tombol kirim kemudian muncullah peringatan
“Terkirim: Hayilaatum Atumi”.
Dengan penuh rasa gelisah, aku menunggu balasan pesan singkat
yang aku kirimkan pada yang bernama “Hayilaatum Atumi”. Lama aku menunggu. Rasa
gelisah, khawatir, tegang dan takut bercampur baur bak kopi dan gula yang larut
dalam air panas. Aku terhanyut dalam lamunan. Tidak lama kemudian, handphoneku
berdering, terlihat tanda bahwa itu adalah pesan singkat yang aku terima. Penuh
rasa harap ku buka pesan itu. Ya, itu adalah pesan singkat balasan dari yang
bernama “Hayilaatum Atumi”. Penuh rasa kecewa, kembali aku menerima pesan, “ila
besok uas kak…”. Membaca pesan itu, aku mencoba untuk tetap tegar dan berusaha
menenangkan diri dengan membalas pesan itu. Ku katakan padanya, “Selamat
belajar ya…”.
Kembali jemariku menari bersama pena tersayang dan kutuliskan
cerita ini.
Dede Nunu Purbaya
IMMAN
Halaman 1
24
Juni 2012
21.02

Gak di FB gak di blog, tetap lugas meski bercerita,,,hahaha
ReplyDeleteya minimal orang lain bisa terhanyut dalam buaian cerita walau terpaksa, hahaha...
Deletewah, ditunggu episode selanjutnya deh..
ReplyDeletesiap de mala...tungguin aja yah...
Delete
ReplyDeleteterimakasih atas sharing ilmu dan pengetahuannya. semoga selalu menjadi manfaat bagi semuanya. salam sukses selalu. amin
http://taswanitaetnikhandmade.spohost.com/