SELAMAT DATANG SOBAT BLOGGER

Saturday, July 21, 2012

Hayilaatum Atumi Si Bunga Melati: Sore Hari Yang Menegangkan Part II


HAYILAATUM ATUMI SI BUNGA MELATI
Sore Hari Yang Menegangkan Part II

Rasa bahagia menyelimuti sekujur tubuhku. Pesan singkat yang aku kirimkan pada yang bernama “Hayilaatum Atumi”, akhirnya mendapatkan respon positif. Aku balas pesan singkat itu, aku katakan padanya, “aku di fakultas keguruan. Nanti ke sini aja ya”. Kemudian dia membalasnya, “iya kak”.


Aku menunggu kedatangannya dengan membaca buku Sejarah Tuhan. Apa yang aku dapatkan ternyata bukan hanya informasi, tetapi banyak kalimat-kalimat puitis yang mengandung filosofi yang amat mendalam. Kalimat yang tidak statis, dapat digunakan dalam hal apapun dan dalam kondisi apapun, termasuk cinta.

Tidak lama kemudian, hanphoneku bergetar. Aku mendapatkan pesan singkat dari yang bernama “Hayilaatum Atumi”.

“kak, kakak mau ga kalo nunggu ila di deket audit, ila mau ketemu fala temen kelas ila dulu di depan bank?”.

Aku dengan segera membalasnya, “di keguruan aja, lebih adem. Aku lagi ngopi nih. Ya udah, aku tunggu ya”.

“ya udah bentar”, balasnya.

Aku kembali menunggu kedatangannya. Aku berfikir, kira-kira apa yang akan aku bicarakan sore ini, karena tidak mungkin akan diam saja. Tetapi tiba-tiba dia mengirimkan pesan singkat, “sebentar kak, ila lagi ketemu fala”. Kali ini aku tidak membalasnya, karena aku yakin dia akan datang untuk menemuiku. Dia tidak pernah mengingkari janjinya.

“shalat kak”, kembali aku mendapatkan pesan darinya.

“sudah tadi”. Aku memang sudah shalat ashar sebelum melangkahkan kaki menuju kampus.

“enjih”, balasnya.

Aku merasa bahagia ketika ada seorang gadis yang aku cintai mengingatkan aku untuk beribadah kepada Tuhan. Gambaran seorang gadis yang taat dalam beribadah dan seorang gadis yang menjadi dambaan kau pria. Sungguh beruntung jika aku bisa menjadikannya sebagai seorang permaisuri. Karena aku belum memberitahukan tempat aku menunggunya secara spesifik,  dia pun bertanya, “kak, di mana?

“di parkiran fakultas keguruan sebelah barat dari pintu utama menghadap ke utara”. Itu adalah tempat dimana aku menunggu bunga melati yang selalu menghiasi lamunan alam bawah sadarku. Seandainya aku mengetahui titik koordinat dimana aku berada, pasti aku akan memberitahukannya.

Tidak lama setelah itu, dia tiba dan langsung duduk di sampingku secara dekat, dekat sekali dan seakan-akan sudah mencium aroma tubuhku dari radius satu kilometer. Padahal aku membelakanginya. Dia duduk di samping kiriku. Posisi yang sangat nyaman bagiku ketika bersama dengan lawan jenis. Karena memang aku sering melirik dari kanan ke kiri. Kedatangannya yang tiba-tiba membuatku gugup dan menambah getaran-getaran dalam diri. Aku mencoba untuk tetap tenang. Aku mengatakan padanya, “hai, apa kabar!”. Kami pun memulai pembicaraan di sore hari yang panas bercampur dengan semilir angin yang membawa kesejukan hingga panas tak terasa.

“Alhamdulillah baik kak. Kakak sendiri gimana?”

“Alhamdulillah baik juga”.


Kira-kira apa yang akan diperbincangkan oleh mereka? Tunggu kisah selanjutnya di Part III.

 
Dede Nunu Purbaya
 IMMAN Halaman 1
20 Juli 2012
21.52
Comments
2 Comments

2 comments:

Ku tunggu komentarmu...